Cara Efektif Menghemat Energi Saat Pakai AI

Kemajuan kebudayaan dan peradaban manusia terutama dalam bidang teknologi yang dihasilkan dari daya cipta dan rasa akal manusia dari waktu ke waktu senantiasa terus mengalami perkembangan, salah satu tren terbaru saat ini adalah adanya kecerdasan buatan (AI). Dengan adanya alat teknologi baru ini, sebagian pekerjaan yang biasa dikerjakan tangan manusia mulai tergantikan.


Namun dibalik kemudahan yang ditawarkan dengan teknologi AI ini, ada dampak lain yang di timbulkan salah satunya adalah masalah terganggunya keseimbangan antara kehidupan manusia dengan lingkungannya. Pertanyaannya! Kenapa teknologi AI ini bisa mengganggu kondisi lingkungan? Karena ternyata teknologi AI ini membutuhkan bahan pendingin salah satunya air.

Setelah kita tanya-tanya langsung ke salah satu chatbot AI tentang masalah penggunaan air untuk mendinginkan data server AI, maka terdapatlah jawaban yang cukup mencengangkan tentang perhitungan jumlah air yang akan dihabiskan ketika kita menggunakan teknologi AI ini, berikut ringkasannya.

Pertanyaan : Jumlah satu liter air yang dihabiskan AI untuk berapa pertanyaan?

Jawaban : Satu liter air oleh kecerdasan buatan (AI) biasanya dihabiskan untuk sekitar 20 hingga 50 pertanyaan, tergantung pada kompleksitas tugas dan jenis server yang digunakan.

Perkiraan Konsumsi Air AI
  • Per 20–50 pertanyaan: Menghabiskan sekitar 500 ml air (setengah liter).
  • Untuk 1 liter air: Setara dengan kisaran 40 hingga 100 pertanyaan atau interaksi singkat dengan chatbot AI.
  • Per 100 kata (tugas spesifik): Beberapa riset terbaru mencatat pembuatan teks sekitar 100 kata bisa memakan air sekitar 15 ml hingga 500 ml tergantung jenis model (seperti GPT-4).
  • Berapa jumlah air yang dihabiskan oleh pengguna AI dalam sehari (24 jam) di seluruh dunia dikalikan jumlah pertanyaan. 
  • Misalnya : 1.000.000 pengguna AI x @50 pertanyaan = 50.000.000 x 500 ml = 25.000.000 liter
Kenapa AI Butuh Air?
  • Pendinginan Server: Pusat data (data center) memproses data dalam jumlah besar yang menghasilkan panas ekstrem, sehingga membutuhkan sistem pendingin air agar server tetap aman.
  • Pembangkit Listrik: Energi listrik yang dipakai server juga melibatkan konsumsi air dalam proses produksinya.
Pertanyaan : Berapa Perbedaan konsumsi energi antara model AI teks dan AI gambar?

Jawaban : Perbedaan konsumsi energi antara model AI teks dan gambar sangat signifikan karena AI gambar membutuhkan energi hingga puluhan kali lipat lebih besar dibandingkan AI teks untuk satu kali proses.


Kenapa AI Gambar Jauh Lebih Boros Energi?

1. Proses Piksel vs Kata: AI teks bekerja dengan memprediksi kata berikutnya dalam satu dimensi linear. Sementara AI gambar harus menghitung nilai warna, pencahayaan, dan detail untuk jutaan piksel sekaligus dalam ruang dua dimensi.

2. Arsitektur Model yang Rumit: Model pembuat gambar (seperti Diffusion Models) bekerja dengan mengubah sekumpulan titik acak (noise) menjadi gambar utuh melalui ratusan tahapan kalkulasi ulang, yang memaksa kartu grafis (GPU) bekerja dengan kapasitas maksimal.

3. Waktu Proses Server: Menghasilkan teks berkualitas tinggi biasanya selesai dalam hitungan milidetik atau detik, sedangkan memproses satu gambar resolusi tinggi membutuhkan waktu komputasi yang lebih lama di pusat data.

Setelah kita mengetahui tentang masalah AI yang ternyata membutuhkan konsumsi air dalam jumlah tertentu, maka memulai menggunakan AI secara bijak bisa membantu mengurangi beban kerja server dan menekan konsumsi energi serta air. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa di lakukan.

Cara Efektif Menghemat Energi Saat Pakai AI

1. Gunakan prompt yang spesifik. Berikan instruksi yang jelas, detail, dan langsung pada intinya dalam satu kali kirim. Cara ini mencegah terjadinya tanya-jawab berulang (trial and error) yang memakan banyak daya komputasi.

2. Hindari percakapan yang terlalu panjang. Jika topik pembahasan sudah selesai, buka ruang obrolan (new chat) yang baru. Mempertahankan riwayat obrolan yang sangat panjang memaksa AI membaca ulang seluruh teks dari awal setiap kali Anda mengirim pesan baru.

3. Pilih model AI sesuai kebutuhan. Gunakan model AI yang lebih kecil atau versi "Lite/Flash" untuk tugas-tugas ringan seperti merangkum teks atau memeriksa tata bahasa. Gunakan model besar yang boros energi hanya untuk analisis kompleks atau pemrograman berat.

4. Batasi perintah pembuatan gambar dan video. Pemrosesan visual (generasi gambar/video) membutuhkan daya kartu grafis (GPU) yang jauh lebih besar daripada pemrosesan teks biasa.

5. Gunakan AI lokal jika memungkinkan. Untuk tugas sederhana, manfaatkan fitur bawaan perangkat (seperti koreksi teks otomatis atau asisten suara luring) daripada selalu mengandalkan AI berbasis cloud yang harus terhubung ke pusat data.

Teknologi AI merupakan sebuah alat bantu buah tangan karya akal pikiran manusia yang memiliki jiwa yakni perasaan, pikiran, angan-angan dan kesadaran sedangkan AI tidak memilikinya.